JALAN RUMAH TAHFIDZ DITEMBOK OKNUM DPRD !!!

Sebuah rumah Penghafal Al-Qur'an dan sebuah rumah warga di Makasar ditembok tinggi sekitar 3 Meter oleh seorang OKNUM DPRD...

JALAN RUMAH TAHFIDZ DITEMBOK OKNUM DPRD !!!
Rumah Tahfidz ditembok oknum DPRD Fraksi PAN

H. Amiruddin seorang anggota DPRD Pangkep dari fraksi PAN, menutup jalan pintu masuk rumah tahfidz atau rumah penghafal Al-Qur'an dan rumah seorang warga di Jalan Ance Deng Ngoyo Lr 5, RT/RW V, Kelurahan Masale Makassar karena kesal mendengar anak-anak mengaji yang dinilainya membuat ribut.
Pria ini mengaku terganggu dengan anak-anak tahfiz yang main bola di depan rumahnya.Tak hanya itu, Amiruddin juga menyebut anak-anak itu menjadikan pagar rumahnya sebagai tempat menjemur pakaian. Parahnya lagi, beberapa insiden pengancaman dilakukan oleh Amiruddin kepada para Tahfiz agar tidak melintas di depan rumahnya.

Rumah tahfiz Nurul Jihad ini ditembok pada Kamis (22/7) kemarin oleh tetangga sendiri (Amiruddin) yang tepat berada di samping belakang rumah mereka.

Abdul Aziz, Ketua RW V Kelurahan Masale Makassar menjelaskan. Sebelum melakukan penembokan, Amiruddin sempat mengirim keluarganya untuk memberitahu rencananya soal penembokan itu. Namun Hal itu tentu langsung ditolak olehnya lantaran harus mendapatkan persetujuan pemilik rumah tahfiz dan rumah yang lainnya. Apalagi, wilayah yang ditembok itu adalah jalan yang masuk dalam kategori fasilitas umum.

Rumah Tahfidz ini lebih dulu berdiri daripada rumah milik Amiruddin, yaitu sekitar 1990-an. Sementara itu, Amiruddin pelaku penembok rumah tahfiz ini tidak berada di rumah karena bekerja di wilayah Pangkep, Sulsel. Pemilik rumah tersebut hanya datang setiap akhir pekan atau jarang berada dirumah.

Kejadian ini membuat warga setempat kecewa dengan sikap Amiruddin dan sepakat untuk membongkar. Warga pun segera melaporkan ke pihak yang berwenang.

"Pernah ada anak Tahfiz di usir parang, dari situ anak ini lapor ke polisi. (Polsek Panakkukang) karena trauma. Dia (Amir) tidak suka ini anak- anak beraktivitas depan rumahnya," ujar Faisal Suyuti, Ketua LPM Masale. Menurut Faisal, Amiruddin tidak suka jalan depan rumahnya dilalui para Tahfiz, meski pun tujuannya ke masjid.


"Pak Danny (Wali Kota Makassar) juga sudah terima laporan kami, dan tembok itu harus di bongkar," ujarnya.